Kamis, 23 Juni 2011

The Truth About Forever-Orizuka (tugas sinopsis)

Nama: Deanisa Rahmani
Judul buku: The Truth About Forever (ketika kebencian membuatmu kesepian)
Pengarang: Orizuka
Sinopsis:
Kara tidak pernah berpikir untuk bisa menyukai Yogas, tetangga baru di kosannya. ia juga tidak pernah menyangka bahwa mengetahui kenyataan itu akibatnya adalah sesakit yang ia rasakan sekarang. Apalagi jika kita menyukai orang yang salah??
Yogas adalah orang yang sangat aneh di mata Kara. Pada awal pertemuan mereka sikap Yogas seperti orang pengidap physico, terkadang sangat baik, tapi kadang juga sangat dingin dan cenderung kasar. Tetapi Kara merasa bahwa Yogas membutuhkan bantuan, entah apa Kara tidak tahu. Yang jelas Yogas seperti orang yang sedang sakit menahan sesuatu.
Yogas datang ke Jogja untuk balas dendam pada Joe, teman SMAnya yang membuat masa depannya HANCUR. Sebenarnya Joe adalah salah satu orang yang Yogas sayangi dulu, sebelum Joe menyuntikan barang haram itu ke tangannya secara paksa. Sejak saat itu ia mengidap penyakit HIV/AIDS. Karena penyakit itu, Yogas dijauhi semua orang. Mulai dari orang tuanya yang merasa malu mempunyai anak pengidap penyakit seperti itu, sampai pacarnya pun meninggalkannya. Alasannya sama: MALU.
Kara mulai menyukai Yogas, entah kenapa melihat sorot mata Yogas membuat Kara ingin tetap disampingnya dan menjaganya. Yogas sedang sakit, Kara tahu itu. Kara pernah melihat banyak obat berserakan dikamar Yogas. yang baru Kara ketahui bahwa obat itu adalah obat untuk orang pengidap HIV/AIDS.
Sebenarnya Kara ragu, Tapi perasaan Kara semakin menggebu untuk menolong dan menjaga Yogas. Kara semakin menyukai yogas dan ingin membantunya, Kara tidak ingin Yogas sendirian. Lagi.
Yogas tahu Kara menyukainya, tapi ia tidak ingin Kara masuk lebih dalam lagi ke kehidupannya. Karenya hidup Kara masih sangat panjang. Sedangkan ia? Hidupnya digerogoti oleh penyakit yang sebenarnya bukan keinginannya. Memikirkan hal itu membuat Yogas ingin cepat-cepat bertemu Joe dan melayangkan belati ke dadanya. Betapa sakitnya mengidap penyakit nista ini. Dijauhi banyak orang dan impiannya untuk menjadi sutradara kandas begitu saja. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sekarang bagi Yogas yang terpenting adalah menemukan joe dan mengirimkannya ke neraka.
Kara tetap berusaha untuk membantu Yogas, meski kara tahu Yogas sudah menolaknya mentah-mentah. Tetapi Kara tetap merasa tidak bisa untuk meninggalkannya. Kara tidak tahu mengapa Yogas bisa mengidap HIV/AIDS, dan sebenarnya Kara juga tidak ingin tahu. Apalagi membayangkan bilaYogas terkena penyakit itu, karena yogas melakukan sex bebas? Itu membuat Kara merinding. Lebih baik ia tidak tahu-pikirnya-.
Yogas lelah menjauh dari Kara, ia membutuhkan perhatian itu, dan kara mampu memeberinya. Perhatian yang hilang dari seorang ibu dan seorang ayah baginya semenjak penyakit ini menggerogotinya enam tahun lalu. Namun di sisi lain Yogas tidak ingin Kara tertular apapun dari penyakit ini.
Kara akhirnya memberanikan diri untuk bertanya mengapa Yogas bisa terkena penyakit ini. Tentu saja Yogas berbohong. Ia lebih memilih mati sendiri dari pada mengajak orang lain. Terlebih orang yang disayanginya.
Yogas tidak tahu bahwa membenci membuat umurnya menjadi semakin pendek? Yogas juga tidak tahu bahwa dunia masih indah walaupun ia sudah tertular penyakit itu. Tapi kini Yogas tahu, dan itu berkat Kara. Berkat Kara juga, kini Yogas mempunyai semangat hidup kembali. Ia ingin meneruskan cita-citanya menjadi sutradara terkenal. Cita-cita yang sempat tertunda. Yogas akhirnya pergi untuk menimba ilmu untuk menjadi sutradara terkenal. Yogas berjanji, setelah ia berhasil membuat satu film, ia akan kembali pada Kara.
Hidup dan mati memang tuhan yang mengatur, kita tidak tahu kapan kita harus mati dan kapan waktu kita untuk tetap hidup. Siapa yang tahu bahwa Yogas harus meninggal tepat pada saat film pertamanya di publikasikan. Kara tahu ia tidak bisa membantah perintah tuhan. Meskipun sakit untuk mengingat apa yang terjadi sebelum ini dan sekarang, saat kematian Yogas membangunkannya dari kenyataan. Saat jasad Yogas sudah terbungkus kain kafan dan kini berada tepat di hadapannya. Kara tahu yang harus ia lakukan hanya tabah dan berdoa agar Yogas di tertima di sisi-Nya, amin.

1 komentar:

  1. sosok kana memang istimewa di novel ini.. dia membuktikan bahwa cinta tak perlu memandang ekurangan,, yang dia tahu cinta adalah cinta dari hati tak mengenal kondisi.. dari novel ini juga kita di ajarkan bahwa tak ada yang tahu dengan yang namanya hari esok..tak ada yang bisa mendahului takdir..ka orizuka mamng keren bisa mengajak pembaca hanyut dalam ceritanya..




    Numpang promo ya jangan lupa juga buat berkunjung ke blog saya:
    obat kista tradisional.
    obat pelangsing herbal
    terimakasih sebelumnya

    BalasHapus