Nama: Deanisa Rahmani
Judul buku: Rumah Lebah (Rahasia Dibalik Wajah-wajah Asing)
Pengarang: Ruwi Meta
Sinopsis:
Nawai, istri dari penulis terkenal sekaligus seorang ibu dari seorang gadis cilik genius bejiwa ganjil. Namanya Mala..
Mala tahu ini bukan sebuah mimpi buruk. Bukan halusinasi sebagaimana yang dipikirkan Nawai. Ini kenyataan. Ada enam orang asing yang hidup dan bernapas di rumah lebah. Rumah yang di dalamnya hidup seorang ratu lebah, yang di jaga oleh ke enam orang asing itu. Mata telanjang milik gadis cilik genius berjiwa ganjil itu melihat semuanya. Melihat apa yang tidak diketahui dan tak dilihat orang. Tidak juga Nawai.
Atau tepatnya, tidak boleh ada seorangpun yang mengetahui itu semua. Sebab, itu justru akan menjadi gladi kotor kematian bagi sang ratu lebah. Sosok yang seharusnya tak boleh diganggu keberadaannya.
Ketika sebuah pembunuhan terjadi di wilayah pedesaan yang masih asri di tempat dimana Nawai tinggal, dimana hal itu masih menjadi hal yang tabu bagi mereka. Segalanya menjadi terungkap. Masa lalu Nawai, enam orang asing yang menjaga ratu lebah, dan sang ratu lebah itu! Mala, hanyalah gadis cilik yang menjadi korban atas apa yang terjadi di diri Nawai.
Nawai menderita multipersonality disorder atau gangguan kepribadian ganda, bahkan Nawai sendiri tidak mengetahui bahwa ia mempunyai penyakit seperti itu. Tapi Mala melihat semuanya. Satira, anak kecil penuh amarah dan dendam, yang tidak segan mengganggu Mala, Wilis, penjaga Satira yang menjadi sahabat Mala saat Nawai tidak bisa berada disampingnya, Abuela, guru bahasa spanyol Mala yang sangat menyukai kebersihan, yang mengajarkan Mala tentang kesopanan dan tata karma, serta Ana Mayana, wanita hiperaktif yang menyukai kebebasan dan suka bicara. Mereka adalah alter yang ada pada diri Nawai yang selama ini Nawai anggap sebagai halusinasi Mala.
Ketika Ratu lebah bangun dari tidurnya, ia akan menjerit dengan lengkingan yang sangat kuat dan akan membangunkan para lebah yang menetas bersamanya, namun itu bukanlah panggilan sayang melainkan sebuah gladi kotor kematian sang ratu lebah. Keputusan Mala untuk membuat ibunya menjadi normal sudahlah bulat. Ia sadar jika ia melakukannya ia akan kehilangan Wilis sahabatnya dan Abuela guru kesayangannya. Karena Mala sadar bahwa hanya Nawai sang ratu lebahlah yang dapat mengendalikan raganya sepenuhnya. Bukan Satira, Wilis, Ana Mayana, atau Abuela.
Nawai mencoba masuk kedalam istananya, mencari dua kembar yang Mala sebut sebagai dua kembar pemberi kebenaran. Ia melihat ke keadaan dimalam pembunuhan itu berlangsung. Dimalam ketika salah satu alter yang ada didalam dirinya membunuh seorang wartawan. Dimalam ketika sebagian alter di dalam dirinya melakukan perselingkuhan dengan Bos dari pabrik narkoba yang tidak pernah terjerat hukum.
Mala melihat semuanya, namun ia berdiam diri. Ia sedang menyusun rencana untuk membuat keluarganya hidup dengan tenang. Ia seorang gadis cilik genius yang dikelilingi dengan ilmu pengetahuan. Dengan ilmu yang ia peroleh, ia dapat membuat racun yang ia rencanakan untuk menghukum Bos selingkuhan alter yang ada pada diri Nawai. Ia berhasil!!! Betapa tidak ada yang pernah menyangka bahwa gadis lugu seperti Nawai memiliki enam kepribadian yang berbeda, dan tidak ada yang bisa menebak bahwa Mala seorang gadis cilik polos bisa merencanakan penghukuman abadi bagi seorang licik yang tak pernah bisa terjamah hukum!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar