Nama: Deanisa Rahmani
Judul buku: THALITA
Pengarang: Stephani Zen
Sinopsis:
Novel ini menceritakan tentang kehidupan Thalita, gadis yang baru masuk SMA namun tuntutan hidup yang ia jalani melebihi porsi anak SMA. Thalita ditentang ayahnya untuk pacaran dengan Andra kekasihnya sedari SMP, karena Andra adalah seorang pecandu narkoba, alasannya biasa: perceraian orang tua.Oleh karena itu, Thalita tidak diperbolehkan untuk masuk SMA yang sama dengan Andra dan dilarang untuk berhubungan lagi dengannya. Walaupun sakit namun Thalita mencoba untuk melakukan apa yang ayahnya perintahkan, karena ia tahu bahwa ini semua untuk kebaikannya. Walaupun, tidak mudah menghapus seseorang yang pernah ada di hati kita.
Disekolahnya yang baru, Thalita berteman dengan Tatyana, seorang gadis cantik berwajah Indo yang memintanya untuk mendekati kakaknya, Darren. Dengan berat hati, Thalita menuriti permintaan Tatyana. Thalita dan Darren pun mulai dekat, namun masih ad ajurang pembatas diantara mereka, dan juran itu adalah Andra! Karena Andra masih giat mengirim sms kepada Thalita, menelepon, bahkan sampai nekat mendatangi Thalita untuk meminta balikan.
Bukannya Thalita tidak perduli dengan keadaan Andra yang pecandu itu. Berulang kali Thalita meminta, bahkan memohon pada Andra untuk berhenti menjadi pecandu narkoba dan masuk panti rehabilitasi. Namun Andra tetap tidak melakukan apa yang Thalita minta. Karena alas an itulah Thalita memutuskan hubungan dengan Andra, selain ultimatum ayahnya yang melarangnya untuk mendekati Andra.
Thalita dan Darren semakin dekat, namun tetap saja Thalita masih ragu akan perasaannya, karena hatinya hanya tetap tertumpu pada Andra. Suatu ketika saat mereka sedang jalan bersama. Thalita bertemu dengan Andra yang meminta agar Thalita kembali menjadi pacarnya. Namun karena melihat kondisi Andra yang semakin kurus dan ringkih, ia menolaknya dan bilang bahwa Darren adalah pacar barunya. Andra yang sakit hati membuat dirinya memakai obat terlaran g itu lebih banyak dari biasanya. Dan akhirnya, Andra OD (over dosis). Thalita sangat terpukul, namun berkat Darren, teman-teman dan keluarganya, akhirnya Thalita berhenti menyalahkan dirinya atas kematian Andra. Bahwa sesungguhnya, Andra lah yang memilih meninggal dengan cara itu.
Sejak tahu bahwa Thalita memiliki mantan seorang pecandu, akhirnya Darren pun mulai membuka diri dan mulai menceritakan masa lalunya. Bahwa Darren juga pernah menyukai seorang pecandu, Cheryl namanya. Bahkan Darren sempat diolok-olok Cheryl dan teman-temannya bahwa Darren adalah cowok culun yang tidak berani menyentuh narkoba. Karena kesamaan masa lalu, Darren dan Thalita pun menjadi sepasang kekasih.
Namun ketika semuanya terlihat sempurna, Cheryl kembali, dan Darren dengan patuhnya meninggalkan Thalita dan lebih memilih Cheryl. Thalita hancur, dan ini lebih hancur dari pada kematian Andra. Namun seiring waktu Thalita bisa merelakan semuanya, karena ia yakin bahwa tuhan berada di sisinya.
Ketika Thalita berangsur-angsur dapat melupakan Darren, Cheryl ternyata mengkhianati Darren, dengan kembali pada obat terlarang itu. Meski sudah dikhianati namun Thalita tetap membantu Darren merelakan Cheryl yang telah dibawa kembali ke pusat rehabilitasi. Belajar dari pengalaman, kini mereka menjadi aktivis mensosialisasikan bahaya narkoba bagi tubuh, dan masa depan. Karena narkoba bisa merenggut tubuhmu, orang-orang yang kau sayangi, masa depanmu, dan NYAWAMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar