Kamis, 23 Juni 2011

Kabul Beauty School-Deborah Rodriguez (tugas sinopsis)

Nama: Deanisa Rahmani
Judul buku: Kabul Beauty School
Pengarang: Deborah Rodriguez
Sinopsis:

Ini kisah tentang pengalaman penulis-Deborah- ketika ia bergabung dalam sebuah misi kemanusiaan di Afghanistan tepatnya di kota Kabul. Sebuah gagasan gila untuk seorang penata rambut yang nekat untuk menjadi relawan dinegara yang pelik seperti Afghanistan.
Awalnya Deborah yang biasa dipanggil Debbie ini mengaku tidak tahu akan melakukan apa di Afghanistan, ia hanya punya keinginan untuk membantu di Negara ini. Namun nyalinya menjadi ciut ketika melihat para relawan yang notabene adalah seorang dokter, perawat, atau orang-orang yang bekerja di dunia medis, maupun orang yang memang benar-benar dibutuhkan disana. Jarang, malahan tidak ada relawan yang seorang penata rambut.
Pada saat baru tiba di Kabul-Afghanistan, ia bingung harus melakukan apa, akhirnya selama kurang lebih satu minggu ia hanya bertugas menjaga barak. Dan itu membuatnya sangat jenuh, apalagi mengingat hanya sedikit orang Afghanistan yang bisa berbahasa inggris. Akhirnya terlintaslah ide untuk membuat sekolah kecantikan bagi para wanita Afghanistan.
Perjalanan yang ditempuh Debbie untuk membuat sekolah kecantikan ini berhasil tidaklah mudah, ia dihadapkan oleh peraturan pemerintah Afghanistan(pada saat itu pemerintahan Taliban) semua peralatan kecantikan dimusnahkan, bahkan sepotong cermin pun bisa mengantarkan pemiliknya ke penjara. Apalagi mengingat para murid yang belajar di sekolah kecantikan ini notabene adalah ibu rumah tangga yang trauma akibat peperangan bertahun-tahun. Sehingga ini menjadikan sekolah kecantikan ini hampir tidak bisa diteruskan. Namun, Debbie tak gentar mewujudkannya. Ia telah menempuh hal paling mustahil sekalipun, termasuk mengumpulkan ribuan dolar dengan berjualan kue demi sehelai tiket pesawat dan menempuh perjalanan maut menuju Afghanistan.
Sekolah kecantikan di Kabul menjadi oasis bagi para perempuan yang dilanda trauma, meski ada beberapa masalah yang tak kunjung reda menimpa sekolah kecantikan itu. Namun dari semua hal mengerikan tentang Afghanistan, Debbie berhasil memperoleh pelajaran dari padanya. Ia bisa tahu adat istiadat orang Afghanistan dalam berpakaian dan merias diri, serta bisa memetik pelajaran dari setiap kisah para muridnya yang tak bisa dienyahkan sampai sekarang, bahwa mereka masih trauma dengan keadaan sebelumnya dan kadang mereka merasa tak terbiasa dengan canda tawa yang ada di sekolah kecantikan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar