Nama: Deanisa Rahmani
Judul buku: Beauty & The Bitch
Pengarang: Christina Tirta
Sinopsis:
Nadine. Cantik yang klasik. Namun lugu dan kelewat old-fashioned.
Isabelle. Cantik yag eksotis. Tapi terlalu antusias dan agresif. Mereka bersahabat semejak di sekolah dasar. Namun terpaksa berpisah karea Isabelle melanjutkan ke Singapura, sedangkan Nadine tetap di Bandung. Setelah 16 tahun berlalu, tanpa sengaja, takdir mempertemukan mereka kembali. Lingkaran telah terjungkir balik!
Nadine, tetap cantik. Masih lugu.. tidak lagi old-fashioned karena telah menjadi nyonya muda kaya, tapi sayang, kesepian.
Isabelle. Tetap cantik dan telah menjelema menjadi wanita anggun dan berkelas. Hanya saja patut disesali, semua kosmetik dan pakaian-pakaian bermerk yang ia kenakan tidak bisa menutupi muram dunianya kini. Sebagai manusia pesimis yang sinis dan pahit.
Tak disangka, pertemuan mereka malah menguak rahasia-rahasia yang selama ini di pertanyakan. Nadine dan Isabelle dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang mudah namun beresiko tinggi. ‘dapatkah mereka mempertahankan persahabatan mereka setelah apa yang telah mereka lihat, dengar, dan rasakan?’
Ketakutan terbesar Nadine adalah takut suaminya akan meninggalkannya dan berpaling kepada wanita lain karena sudah lima tahun pernikahan mereka namun mereka tak kunjung mendapatkan keturunan. Namun ketakutan itu terjawab saat ia bertemu dengan Isabelle, rahasia-rahasia perlahan menguap ke permukaan, kesetiaan dipertanyakan, dan janji-janji diuji kebenarannya?
Isabelle adalah SELINGKUHAN suaminya Nadine, dari hasil perselingkuhan itu hadirlah gadis kecil lucu yang tidak mengerti apa kata sakit hati? Nadine merasa dihianati, seperti ditampar didepan umum lalu ia memohon dan berlutut meminta maaf saat itu juga, pada orang yang sebenarnya sangat tak patut ia mintai maafnya! Harga dirinya terinjak dan hatinya remuk! Lengkap sudah segalanya.
Nadine mecoba bangkit, menganggap semuanya memang sudah harus jalannya, ia memaafkan Isabelle atas ketidaktahuannya tentang orang yang menjadi bagian dari hidupnya adalah suami Nadine. Dan Nadine berterimakasih padaNya tentang Marvin, kakak Isabelle yang tuhan kirimkan untuk menjadi pemanis diantara duri yang menjalari jalan setapak kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar